Cara Membina Rumah Tangga Sakinah Mawadah dan Warohmah - Buya Yahya
Cara Membina Rumah Tangga Sakinah Mawadah dan Warohmah - Bahtera rumah tangga terkadang tidak selalu sesuai keinginan hati, terkadang angin bertiup tidak sesuai keinginan para nahkoda, disinilah pentingnya kesabaran dan ketabahan agar tidak goyah.
Kata sakinah artinya adalah ketenangan, lawan kata dari goncangan. Goncangan ataupun kecemasan menghadapi bahaya ataupun kesedihan jika kemudian disusul dengan ketenangan batin itulah yang disebut dengan sakinah.
Sebagai contoh seorang perempuan dewasa berumur yang belum mendapatkan pasangan pastilah dilanda kecemasan, kemudian dinikahi oleh pria idamannya maka kecemasan itu akan berbuah ketenangan atau sakinah.
Sakinah harus diawali dengan gejolak. Dalam rumah tangga ada saat di mana gejolak dan kesalahpahaman terjadi, namun dapat segera ditanggunglangi dan melahirkan sakinah. Yaitu dengan benteng agama.
Sakinah tidak hanya terlihat dari ketenangan lahir, akan tetapi ketenangan batin akibat menyatunya pemahaman dan kesucian hati.
Sakinah akan diperoleh melalui beberapa fase, yaitu mengosongkan hati dari sifat buruk dan tercela, bertaubat dari kesalahan yang telah diperbuat dan meninggalkan masa lalu yang buruk, kemudian melawan sifat-sifat tercela dan menggantinya dengan sifat baik, karena kebaikan akan menghapuskan keburukan.
Mawaddah dikenal dengan arti penuh cinta. Namun, ternyata makna mawaddah tidaklah hanya cinta. Mawaddah adalah cinta plus, yakni jika di dalam hati seseorang telah tumbuh rasa mawaddah maka ia tidak akan memutuskan hubungan, karena hatinya lapang dan kosong dari segala keburukan, bahkan keburukan lahir dan batin dari pasangan tidak dilihatnya.
Mawaddah tidak hadir begitu saja, namun mawaddah harus diperjuangkan oleh suami-istri.
Rahmah adalah rasa yang muncul setelah melihat ketidakberdayaan, suami-istri pasti akan mengupayakan kebaikan dan kebahagian bagi pasangannya.
Rahmah melahirkan kesabaran, lemah lembut dan menutupi segalanya.
Manusia adalah makhluk yang paling sempurna, namun dibalik kesempurnaan itu pasti ada kekurangannya.
Begitu pula pasangan suami-istri, yang mana saling diciptakan untuk melengkapi kekurangan masing-masing.
Jika rasa rahmah itu telah ada didalam hati pasangan suami-istri, terjaminlah kelanggengan hubungan harmonis.
Lalu bagaimana cara membina rumah tangga agar selalu sakinah mawaddah warohmah?
Simak penjelasan Buya Yahya dalam video berikut ini
Kata sakinah artinya adalah ketenangan, lawan kata dari goncangan. Goncangan ataupun kecemasan menghadapi bahaya ataupun kesedihan jika kemudian disusul dengan ketenangan batin itulah yang disebut dengan sakinah.
Sebagai contoh seorang perempuan dewasa berumur yang belum mendapatkan pasangan pastilah dilanda kecemasan, kemudian dinikahi oleh pria idamannya maka kecemasan itu akan berbuah ketenangan atau sakinah.
Sakinah harus diawali dengan gejolak. Dalam rumah tangga ada saat di mana gejolak dan kesalahpahaman terjadi, namun dapat segera ditanggunglangi dan melahirkan sakinah. Yaitu dengan benteng agama.
Sakinah tidak hanya terlihat dari ketenangan lahir, akan tetapi ketenangan batin akibat menyatunya pemahaman dan kesucian hati.
Sakinah akan diperoleh melalui beberapa fase, yaitu mengosongkan hati dari sifat buruk dan tercela, bertaubat dari kesalahan yang telah diperbuat dan meninggalkan masa lalu yang buruk, kemudian melawan sifat-sifat tercela dan menggantinya dengan sifat baik, karena kebaikan akan menghapuskan keburukan.
Mawaddah dikenal dengan arti penuh cinta. Namun, ternyata makna mawaddah tidaklah hanya cinta. Mawaddah adalah cinta plus, yakni jika di dalam hati seseorang telah tumbuh rasa mawaddah maka ia tidak akan memutuskan hubungan, karena hatinya lapang dan kosong dari segala keburukan, bahkan keburukan lahir dan batin dari pasangan tidak dilihatnya.
Mawaddah tidak hadir begitu saja, namun mawaddah harus diperjuangkan oleh suami-istri.
Rahmah adalah rasa yang muncul setelah melihat ketidakberdayaan, suami-istri pasti akan mengupayakan kebaikan dan kebahagian bagi pasangannya.
Rahmah melahirkan kesabaran, lemah lembut dan menutupi segalanya.
Manusia adalah makhluk yang paling sempurna, namun dibalik kesempurnaan itu pasti ada kekurangannya.
Begitu pula pasangan suami-istri, yang mana saling diciptakan untuk melengkapi kekurangan masing-masing.
Jika rasa rahmah itu telah ada didalam hati pasangan suami-istri, terjaminlah kelanggengan hubungan harmonis.
Lalu bagaimana cara membina rumah tangga agar selalu sakinah mawaddah warohmah?
Simak penjelasan Buya Yahya dalam video berikut ini


Produk Terlaris Untuk Pasutri